PEREKONOMIAN DAERAH MENINGKAT
MALINAU
- Bupati Malinau Dr. Yansen TP MSi menyebutkan, seiring perkembangan
penduduk yang terus bertambah saat ini, maka kondisi perekonomian daerah
juga memperlihatkan trend yang semakin meningkat.
Pertumbuhan Ekonomi
Kabupaten Malinau sebesar 12,05 persen, merupakan pertumbuhan ekonomi
tertinggi di provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Namun capaian yang
tinggi tersebut tidaklah membuat poemkab berpuas diri. Karena, pada
hakikatnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi bukanlah menjadi tujuan utama
pelaksanaan pembangunan di bumi Intimung,” ungkap bupati.
Namun, sambung bupati,
pemkab akan terus mendorong hadirnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Yaitu pertumbuhan ekonomi yang mempertemukan kondisi makro dan mikro
yang sejalan, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh semua
masyarakat.
Untuk itu, Pemkab Malinau secara serius dan berkesinambungan mengembangkan sektor ekonomi riil dan padat tenaga kerja.
“Seperti pertanian,
pariwisata daerah, perdagangan dan sektor padat tenaga kerja lainnya
dalam rangka penciptaan pertumbuhan ekonomi yang kokoh menopang
perekonomian daerah melalui model Gerdema,” sebutnya.
Bupati juga sepenuhnya
menyadari bahwa pada satu sisi pelaksanaan otonomi daerah yang telah
berlangsung hampir satu setengah dekade mampu memberi nuansa positif
bagi perkembangan kondisi sosial ekonomi daerah. Namun pada sisi yang
berbeda, di beberapa tempat pelaksanaan otonomi daerah memiliki dampak
munculnya ego daerah dalam melaksanakan kebijakan strategis serta
terdapat daerah yang secara parsial melaksanakan program, yang
sesungguhnya membawa dampak positif maupun negatif terhadap
penyelenggaraan pembangunan daerah lainnya.
Karena itu, sangat
dibutuhkan adanya komunikasi dan kerjasama yang intens antara berbagai
lembaga dalam kerangka penyelenggaraan pemerintahan dalam NKRI.
Kemudian, mengupayakan bersama-sama memenuhi kebutuhan masyarakat
sebagai satu kesatuan komunitas pemerintahan yang saling memiliki
keterkaitan yang sangat erat dan sinergis.
Melihat hal tersebut,
imbuh Yansen TP ada beberapa fakta yang mendasari kebutuhan Kabupaten
Malinau yang lebih luas. Yaitu keterkaitan antar daerah tetangga karena
kesamaan kepentingan dan saling ketergantungan.
Dari dasar itu, Pemkab
Malinau menjalin kerjasama dengan daerah lain, universitas, maupun
lembaga lainnya baik di dalam propinsi Kaltara maupun di luar provinsi.
Seperti universitas Borneo dan Mulawarman dalam upaya peningkatan sdm
aparatur pemerintah, Unhas sebagai upaya pelayanan kesehatan dokter
spesialis, universitas Wijaya Kesuma Surabaya untuk pendidikan 20 orang
Putra Malinau sebagai calon dokter, Poltekes kementerian kesehatan di
Yogyakarta terkait pendidikan kesehatan bagi putra-putri daerah, Badan
Diklat Propinsi Kaltim terkait diklat penjenjangan bagi PNS dan sejumlah
lembaga pendidikan lainnya yang ada baik dalam pulau Kalimantan maupun
di luar pulau Kalimantan.
“Dengan kerja sama antar
daerah dan institusi lainnya diyakini menjadi media solusi dan
integrasi energi untuk bersama menyelesaikan berbagai permasalahan
pembangunan demi terwujudnya masyarakat bumi intimung yang berubah, maju
dan sejahtera,” ujarnya. (ida)
AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN
sumber : kaltara.prokal.co
Tidak ada komentar:
Posting Komentar