Selasa, 31 Oktober 2017

pemberantasan korupsi di indonesia

Pemberantasan Korupsi di Indonesia Dinilai Tengah Kritis dan Genting

Moh. Nadlir
Kompas.com - 28/09/2017, 16:54 WIB
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi Menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi di kantor KPK, Jakarta, Kamis (28/9/2017).
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi Menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi di kantor KPK, Jakarta, Kamis (28/9/2017).(KOMPAS.com/ MOH NADLIR )
JAKARTA, KOMPAS.com - Koalisi Masyarakat Sipil Anti-korupsi menganggap kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini dalam fase kritis.
Hal itu utarakan HS Dillon, salah satu perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Anti-korupsi ketika menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (28/9/2017).
"Kondisi ini sudah kritis dan juga genting karena ada variabel aksi politik melalui Pansus Hak Angket," kata Dillon.
Menurut Dillon, para anggota DPR yang dipilih oleh rakyat justru menjadi batu sandungan bagi agenda pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.

Baca: Masa Kerja Diperpanjang, Apa yang Akan Dilakukan Pansus Angket KPK?

"Orang-orang yang dipilih rakyat malah bersatu mematahkan satu-satunya harapan yang bisa membersihkan dan meluruskan perjalanan bangsa kedepan," kata dia.
"Tidak ada bangsa yang maju dan sejahtera kalau korupsi masih ada dan tidak ditangani," kata tokoh HAM tersebut.
Hal senada diungkapkan mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas. Ia mengatakan, tidak ada negara maju di dunia yang tingkat korupsinya tinggi.
"Kita semua ingin negara kita ini maju. Maka konsekuensinya tingkat korupsi harus ditekan rendah," ujar Erry.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memaknai hari raya trisuci Waisak yang ke 2564 BE

https://drive.google.com/file/d/1FkadVC9cIjN4HAiBt1bcJ5kZC57wRinr/view?usp=drivesdk