Hari Pendidikan Nasional tahun 2017 kali ini mengangkat tema
Percepatan Pedidikan yang Berkualitas dan Merata, Dari tema ini
tergambar keinginan pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan
Nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di seluruh
wilayah Indonesia.
Pendidikan yang berkualitas adalah upaya untuk melahirkan manusia
Indonesia yang cerdas dan berakhlak,kemudian mampu bersaing. Menciptakan
Pendidikan berkualitas tinggi merupakan amanah Undang-undang.
Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi
manusia menurut ukuran normatif. Sistem pendidikan yang baik diharapkan
muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan
diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Peran pendidikan penting juga dalam membangun peradaban bangsa yang berdasarkan atas jati diri dan karakter bangsa.
Banyak faktor yang menentukan peningkatan kualitas pendidika di Indonesia, diantaranya adalah :
Kebijakan pemerintah berkaitan dengan pendidikan
Apapun persoalan bangsa yang dihadapi, komitmen kita untuk melaksanakan
pembangunan pendidikan sesuai dengan amanat konstitusi dan berbagai
peraturan perundangan-undangan yang berlaku tetap dipegang. Komitmen ini
direalisasikan dalam berbagai kebijakan dan program yang diarahkan
untuk mencapai tujuan meningkatnya kualitas sumber daya manusia demi
tercapainya kemajuan bangsa dan negara di masa depan, sebagaimana yang
kita cita-citakan bersama.
Anggaran Pendidikan
Salah satu unsur untuk meningkatkan pendidikan adalah anggaran
pendidikan. Sebenarnya, Undang-Undang Dasar telah mengamanatkan anggaran
bahwa anggaran pendidikan 20 % APBN di luar anggaran gaji pendidik dan
biaya pendidikan kedinasan. Semoga ke depan anggaran dapat terealisasi
dan betul-betul untuk peningkatan kualitas pendidikan
Program Pendidikan yang dituangkan dalam kurikulum pendidikan.
Perubahan dan pembenahan kurikulum perlu terus dilakukan untuk mendapat
system pendidikan yang baik disesuaikan dengan karakter peserta didik,
maka dalam hal ini pemerintah telah memperbaharui kurikulum KTSP 2006
menjadi Kurikulum 2013.
Faktor guru/Kepala Sekolah memegang peran sangat penting dalam
mengantarkan sekolah menjadi sekolah berkualitas. Kompetensi guru perlu
terus ditingkatkan dengan diklat-diklat. Guru hendaknya fokus pada
kegiatan pembelajaran, tidak lagi disibukkan dengan urusan administrasi
yang membuat guru sibuk dan terkuras energinya,termasuk kemudahan dalam
kenaikan pangkat
Dalam UU No. 14 tahun 2005, Guru adalah pendidik profesional dengan
tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,
menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini
jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Sedangkan hakikat guru menurut Ki Hajar Dewantara adalah ing ngarso sung
tulodo, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani yakni di depan
menjadi contoh jika di tengah membangkitkan hasrat belajar dan jika di
belakang memberikan dorongan.
.
Siswa , memberikan pendidikan kepada siswa sesuai dengan kompetensi,
bakat dan karakter mereka. Memiliki motivasi yang kuat untuk berprestasi
dan berkarya
Fasilitas pendidikan,
Ketersedian fasilitas yang memadai untuk keberlangsungan program
pendidikan harus terus ditingkatkan baik sarana utama maupun sarana
pendukung.
Perkembangan iptek dan teknologi.
Menyesuaikan kegiatan pendidikan dan fasiltas yang dibutuhkan dengan perkembangan teknologi yang mendukung percepatan kualitas.
Semakin berkembangnya dunia pendidikan maka bersamaan pula dengan
kenyataan bahwa setiap apa yang ada di dunia pendidikan harus diikuti
dengan berkembangnya kualitas dan kuantitas sekolah yang ada
Bila kita amat, perkembangan pendidikan diIndonesia, telah mengalami
penurunan kualitas secara signifikan. Indikatornya jelas, jika dilihat
dari faktor sekolah. Masih banyak sekali sekolah-sekolah yang kekurangan
tenaga pendidik. Kemudian minimnya infrastruktur yang menunjang proses
pembelajaran, Selain itu banyak siswa yang telah lulus dari lembaga
pendidikan menjadi pengangguran, tidak siap untuk menjadi warga negara
yang bertanggung jawab dan produktif, sehingga menjadi beban keluarga,
masyarakat
Kemudian, Faktor penurunan kualitas pendidikan di Indonesia juga
disebabkan oleh lemahnya karakter dari para siswa. Sudah menjadi hal
biasa ketika siswa berkelahi bahkan melakukan tawuran antar sekolah
hanya disebabkan hal – hal yang sepele. Sangat disayangkan sekali
melihat hal tersebut masih sering kita jumpai di sekitar kita.
Kondisi tersebut, permasalahan pokoknya adalah para siswa yang merupakan
produk sistem pendidikan yang diselenggarakan tidak berfokus pada
kualitas.
Pendidikan yang berfokus pada kualitas menurut konsep Juran adalah
bahwa dasar misi kualitas sebuah sekolah mengembangkan program dan
layanan yang memenuhi kebutuhan pengguna seperti siswa dan masyarakat.
Sedangkan menurut konsep Deming pendidikan yang berkualitas adalah
pendidikan yang dapat menghasilkan keluaran, Dalam pengertian ini, maka
yang dikatakan sekolah berkualitas adalah kemampuan lembaga
pendidikan/sekolah untuk dapat menghasilakn lulusan yang mampu
memuaskan pelanggannya, baik pelanggan internal maupun eksternal.
Dalam setiap proses pendidikan, peserta didik merupakan komponen masukan
yang mempunyai kedudukan sentral. Tidak mungkin suatu proses pendidikan
berlangsung tanpa kehadiran peserta didikatau siswa, Untuk dapat
melakukan tugasnya dengan baik, guru perlu memiliki pengetahuan
mengenaikarakter siapa siswa yang dibimbingnya.
Kita tentunya memiliki harapan besar kepada anak-anak generasi kita
sekarang ini untuk bisa benar-benar menjadi generasi emas dan membawa
kemajuan serta kejayaan bagi Indonesia tepat pada satu abad kemerdekaan
Indonesia. Tetapi mampukah dan bisakah semua harapan dan program itu
tercapai?
Untuk itu pemerintah juga telah menyiapkan Grand Design demi mewujudkan
cita-cita Bangkitnya Generasi Emas nantinya pada 2045. Diantara Grand
Design yang dicanangkan adalah sebagai berikut:
Pendidikan usia dini digencarkan dengan PAUD-isasi, peningkatan kualitas PAUD dan pendidikan dasar yang berkualitas dan merata.
Rehabilitasi gedung-gedung sekolah yang sudah tak layak pakai dan pembangunan gedung-gedung sekolah secara besar-besaran.
Intervensi peningkatan angka partisipasi kasar (APK) untuk SMA dan atau
sederajat dengan tarjet sebesaar 97% tahun 2020. Yang diperkirakan jika
tanpa intervensi baru akan mencapai 97% tahun 2040.
Peningkatan APK perguruan tinggi dengan meningkatkan akses, keterjangkauan dan ketesediaan.
Kemudian dari berbagai program di atas diharapkan akan terbentuknya
output yang berupa generasi cerdas komperhensif, yaitu produktif,
inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan dalam
interaksi alamnya, dan berperadaban unggul.
Tantangan pendidikan saat ini juga mengharuskan guru untuk lebih
kreatif, inovatif dan inspiratif dalam mendesain kegiatan pembelajaran
yang bermutu untuk menyongsong generasi emas Indonesia Tahun 2045. Guru
menjadi kunci utama keberhasilan sumber daya manusia yang tidak hanya
produktif tetapi juga unggul dan religius. Ini juga tidak terlepas dari
upaya pemerintah untuk bersinergi mencerdaskan anak bangsa.
Pendidikan memang bukanlah persoalan yang mudah, bila kita tanam
sekarang ia dapat dirasakan hasilnya 20 tahun mendatang. Maka dari itu,
kita harus bersinergi untuk mewujudkan generasi emas 2045 (100 tahun
Indonesia Merdeka).
Persoalan-persoalan itu dapat kita pecahkan bersama-sama dengan
bergandengan tangan. Tidak ada lagi yang lalai dalam tugas mendidik,
tidak saling adu jotos, merokok di sekolah, jujur dalam mengelola
anggaran pendidikan, terlebih lagi guru mau menjadi pembelajar sejati
dan terus berusaha untuk meningkatkan kapasitas dirinya sehingga dapat
terwujud Guru teladan (good teachers).
Karenanya pendidikan yang bermutu harus terus diupayakan oleh sang guru.
Mereka adalah mutiaranya agent of change, pelaku perubahan agar
menghasilkan manusia Indonesia yang religius, cerdas, produktif, andal
dan komprehensif melalui layanan pembelajaran yang prima terhadap
peserta didiknya, sehingga terwujud generasi emas yang berkualitas.
Selamat Hari Pendidikan Nasional, kita wujudkan pendidikan yang berkualitas menuju Indonesia sejahtera
Semoga……
Tidak ada komentar:
Posting Komentar